Tanaman Padi Sering Diserang Hama, Petani Sidorejo Kompak Gelar Gerdal Tikus Cegah Gagal Panen

    Tanaman Padi Sering Diserang Hama, Petani Sidorejo Kompak Gelar Gerdal Tikus Cegah Gagal Panen

    SIDOARJO — Ancaman hama tikus menghantui para petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Serangan yang semakin masif mendorong warga bergerak cepat melakukan langkah antisipasi guna mencegah potensi gagal panen.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus (Gerdal Tikus) yang menyasar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya hama tikus yang kerap merusak tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) setempat, serta mendapat pendampingan dari Babinsa Sidorejo Koramil 0816/09 Krian, Peltu Hasan.

    Sejak pagi, para petani telah berkumpul di area persawahan Desa Sidorejo untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum praktik lapangan dimulai, Peltu Hasan memberikan sosialisasi mengenai metode pengendalian hama tikus yang efektif dan tepat sasaran.

    Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai teknik pengendalian, termasuk penggunaan racun yang ditempatkan langsung ke dalam lubang atau sarang tikus (gampeng) guna menekan populasi dan meminimalisir kerusakan tanaman.

    “Sebagai Babinsa, kami hadir untuk memberi semangat dan memastikan petani mendapat dukungan penuh dalam mengatasi serangan hama. Sinergi seperti ini penting untuk menjaga hasil panen tetap optimal, ” ujar Peltu Hasan.

    Usai penyuluhan, para petani langsung bergerak melakukan aksi gerdal dengan menyasar titik-titik yang teridentifikasi sebagai sarang tikus. Mereka secara bersama-sama menempatkan racun di lubang-lubang tikus yang tersebar di lahan persawahan.

    Langkah ini dinilai strategis dalam menekan laju pertumbuhan populasi tikus yang selama ini menjadi momok bagi petani. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan kekompakan serta kepedulian antarpetani dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

    Para petani berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Pasalnya, serangan hama tikus dapat terjadi sejak awal masa tanam hingga menjelang panen, terutama pada fase generatif awal tanaman padi.

    “Idealnya dilakukan seminggu sekali dan secara serentak, agar efektif menekan perkembangan hama, ” tambahnya.

    Melalui gerakan ini, diharapkan stabilitas produksi pertanian tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengendalian hama secara efektif, terpadu, dan tetap ramah lingkungan. (Jon)

    sidoarjo sidoarjo
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Musyawarah Kedungsugo Satukan Pandangan,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kasus Pengadaan Fiktif Proyek Perumahan, Terdakwa Herry Nurdy Nasution dan Didik Mardiyanto Hadapi Vonis Hakim
    DPR Segera Sahkan UU Jabatan Hakim, Jaminan Kesejahteraan dan Keamanan
    Tanaman Padi Sering Diserang Hama, Petani Sidorejo Kompak Gelar Gerdal Tikus Cegah Gagal Panen
    Kunjungi Lanud Sultan Hasanuddin, Kasau Tekankan Perwira TNI AU Harus Adaptif, Berkarakter, dan Tunjukkan Kualitas Kepemimpinan
    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli E-commerce Pasca Laporan APLE

    Ikuti Kami